Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Kutinggalkan dia Karena DIA

Bagaimana kalau judulnya kuralat? Jadi... Ku ditinggalkan dia karena DIA. Nah ini baru. Tunggu... Ko sedih ya aku ditinggalkan. Hmmm. Aku masih sampai setengah buku membaca karya @duniajilbab Ririn Astutiningrum yang berjudul "Kutinggalkan dia karena DIA". Baru setengah buku, hati ini rasanya sudah banyak tersayat oleh cerita-cerita kiriman yang mengingatkanku akan masa itu.

Seperti remaja pada umumnya, aku tertarik dunia pacaran. Umur 17 tahun-19 tahun masih dianggap remaja kan? Hehe. Bisa dibilang aku salah satu remaja yang sangat ingin melakukan aktivitas pacaran tersebut. Apalagi setelah masuk dunia perkuliahan. Duh. Godaan segudang! Menurutku, dunia akan terus berbunga-bunga dan selalu sempurna dengan hadirnya sang kekasih hati. Astaghfirullah.

Aku akan bercerita sedikit mengenai masa itu. Terakhir menjalani aktivitas tersebut tahun kemarin. Atau tahun kemarinnya lagi? Aku lupa 😂 tapi sepertinya tahun kemarin. Tidak berjalan mulus karena banyak cekcok dan namanya juga remaja, banyak labil. Putus dua kali dalam dua bulan. Dia tidak pengertian. Selalu emosi. Loh ko jadi curhat? Oke skip.

Setelah putus, semua kacau. Ipk turun, sakit pas UAS, makan gak teratur, mandi jarang. Eh yang terakhir mah gak ya. Pokoknya papa sampai bertanya padaku perihal ipk turun. Hal itu karena ipk benar-benar turun drastis dari semester sebelumnya. Setelah mendengar ceritaku, papa hanya bilang, "Gak usah pacaran dulu". Baiklah.

Setelah putus, aku tak ada kapok. Laki-laki yang mendekat aku beri karpet merah. Begitulah istilahnya. Sampai ada satu laki-laki yang membuatku tak mendekat pada siapapun. Laki-laki itu mari sebut saja Prayogo, oke itu terlalu frontal. Bagaimana kalau dia saja?

Dia ini teman lamaku. Kami bertemu saat reunian di salah satu rumah kawan lama kami. Aku tidak menyangka setelah reunian itu, ia mengirimkan chat kepadaku. Masalahnya saat dulu pun aku tidak dekat dengannya. Ada apa dia chat aku? Hmmm. Aneh sekali. Terjadilah pdkt pada umumnya.

Pesan papa terus ada di pikiran. Aku ga boleh pacaran. Tapi dekat sama dia ini gapapa kan? Kan ga pacaran. Hehe. Begitulah pikiranku. Pertemuan pertama, canggung karena memang ini pertama kalinya aku jalan berdua dengannya. Pertemuan kedua? Luar biasa. Cokelat, lampu kota dan senja diberikannya untukku. Tiga hal yang aku sukai diberikan padaku dalam satu waktu. Gimana ga klepek-klepek? :')

Akhirnya dia mengutarakan perasaannya. Seperti pada umumnya, mengajak berpacaran. Posisiku ingin menerima namun nasihat papa terus menghantui. Ah bagaimana ini? Ternyata memang aku tidak bisa mengecewakan papa saat itu. Aku menyukainya, namun aku tidak ingin berpacaran dengannya. Aku utarakan kepadanya bahwa aku juga menyukainya namun aku tidak bisa menerimanya sebagai pacar.

Katanya... Gapapa. Kita fokus ke urusan masing-masing aja dulu. Aku juga sebentar lagi mau lulus. Katanya... Begitu. Aku memang memiliki banyak teman laki-laki. Jujur saja. Keinginanku ingin memiliki sosok abang sudah ada sejak dulu dan jadinya semua teman laki-laki dekat denganku. Aku tak tau kalau hal ini jadi boomerang untukku suatu hari nanti.

Satu waktu ia menuntut akan kejelasan status. Mungkin karena aku juga banyak menuntutnya, seperti ga boleh rokok dan kopi. Aku berkata lagi bahwa aku tidak bisa menerimanya, ia menudingku dengan berkata "aku ga boleh jalan sama cewe lain. Kamu malah jalan sama cowo lain.". Pikirku... Loh? Mereka kan teman-temanku. Bagian mana yang salah? Toh hati ini tetap padanya.

Sampai pada puncaknya, aku berkata, "kalau begitu silakan sesuka hatimu ingin bagaimana. Rokok? Silakan. Kopi? Silakan. Jalan sama cewe lain? Silakan". Aku pasrah. Hati ini terlanjur sakit dengan tudingannya. Layaknya remaja lainnya. Aku galau. Kegalauanku bertambah saat mengetahui bahwa dua hari setelah tudingan itu, ia berpacaran dengan wanita lain. Aku tersenyum. Permainan yang menarik, pikirku.

Semua hal yang berbau tentangnya kuhapus. Aku ikhlas namun sakit. Sepertinya belum ikhlas ya. Beberapa minggu setelah aku mengetahui dirinya bersama wanita lain, salah satu teman lamaku mengatakan di sebuah grup alumni, "makanya jadi cewek jangan semua dideketin. Satu aja", "lagian sih ga ada kejelasan". Setelah perkataan itu aku seutuhnya sadar bahwa Allah membuatku ditinggalkan olehnya karena memang dia bukan laki-laki yang baik. Bagaimana bisa seseorang yang mengaku menyukaimu namun menebar sesuatu yang tidak benar? Bukankah aku sudah memberitahunya bahwa hatiku padanya namun memang tidak bisa berpacaran?

Setelah kejadian itu, ada satu kejadian lagi yang membuatku tak habis pikir. Aku dikecewakan lagi dengan laki-laki yang berbeda. Rasa lelah datang dan sampai akhirnya aku sadar. Ko akhir-akhir ini aku terus memikirkan dunia? Bagaimana dengan akhiratku?

Pemikiran ini muncul. Kali ini rasa kecewaku pada makhlukNya tidak boleh berdampak buruk. Aku harus menjadi pribadi yang lebih baik. Tekadku seperti itu. Beberapa teman mendukung dan membantuku. Ada satu teman yang tiap waktu selalu mengingatkan. Bila kamu bergantung pada makhlukNya, kamu akan mendapat rasa kecewa nantinya. Bergantunglah pada Allah, kecewa takkan didapat. Aku menjadikan dua kalimat ini sebagai acuanku.

Perubahan memang selalu tidak berjalan baik. Apalagi ke arah yang lebih baik. Beberapa kali aku goyah. Sampai satu waktu... Aku mengenalnya melalui temanku. Aku mendengar cerita tentangnya melalui temanku. Aku tak pernah bertemu dengannya. Aku tak pernah saling tatap dengannya. Aku tak pernah melihatnya secara langsung. Aku hanya melihat sosoknya dalam sebuah potret. Tetapi, aku jatuh hati padanya...

Selanjutnya.... Pantengin blog ini terus ya :)

Jumat, 16 Oktober 2015

Kata Orang "Cinta Tak Harus Memiliki"

Di antara mereka yang memendam perasaan
Banyak yang bilang kalau "Cinta Tak Harus Memiliki". Hahahaha. Cukup. Gue setuju dengan kata-kata itu. Walaupun banyak para ahli percintaan yang menganggap bahwa cinta itu ya HARUS MEMILIKI! (asal lo tau aja, gue nggak suka tanda seru. Tapi suka nulis pake tanda seru). Hmmmm.

Seperti kata temen kelas gue yang kali ini rusuhin gue ngeblog :
"Cinta itu ya harus memiliki atuh. Hanya kata-kata cinta tak harus memiliki keluar ketika orang itu merasa tersakiti oleh cintanya." -Alfan a.k.a Martin.

Gue sedikit setuju soal itu. Sedikit. Tapi, gue lebih ke setuju dengan kata Cinta Tak Harus Memiliki. Sebenernya nggak akan ada abisnya kalau bahas Cinta. Gumoh rasanya. Tapi ya itu pendapat gue. Kalimat itu emang bener.

Putus cinta itu nggak enak. ASLI! Yang tadinya nungguin seseorang ngasih kabar, kali ini nggak nunggu. Yang tadinya bisa senyum-senyum tiap kali dia ganti foto di bbm, jadi nggak bisa senyum-senyum lagi. Yang tadinya tiap tidur menyampaikan doa supaya besok menjadi hari baiknya, sekarang doa itu untukku sendiri. Wks. Atulah gue jadi curhat -__-

Tapi, kemaren gue chatting sama sahabat gue, namanya Gie. Dia cerita soal perasaannya dari kelas satu SMA ke satu cowo di kelasnya. Ngomongin cowo kelas jadi inget doi kelas jaman SMK. Huahahha. Balik lagi, perasaan dia nggak ilang-ilang ke cowo itu. Gue agak bingung sama temen gue ini. Dia mau doinya tau kalo dia ada perasaan, tapi dia gak ada usaha.

"Aku cuma mau dia tau perasaan aku, Sti. Bodo amat dia udah punya pacar atau nggak. Aku juga nggak berharap bisa jadian sama dia. Yang aku mau dia tau perasaan aku." -Gie.

Cinta tak harus memiliki bukan? Gue udah sampai ke tingkat nekat. Dan apa yang gue takutkan pun beneran terjadi. Ketika lo mengungkapkan perasaan lo, hanya ada dua kemungkinan yang bakal terjadi :

1. Dia menjauh. Mungkin dia ilfeel dengan kita. Padahal niatnya biar dia tau. Bukan mau jadian atau sesuatu lain yang mungkin akan merugikannya.

2. Dia baik-baik saja. Bisa jadi dia nggak peduli dan tertawa mendengar pernyataan kita, itu karena dia nggak peduli dengan perasaan kita. Atau dia ternyata juga nyimpen perasaan yang sama *tssaaahh

HOREEEY. Kayaknya itu yang bakal jadi kabar gembira buat seseorang yang mengungkapkan.

Dia menjauh. Well. Semaleman gue mengeluarkan sesuatu benda cair yang keluar dari mata gue. Lo pikir aja lah itu apaan. Hmmm. Alhasil mata gue sembab dan Rita nanya....

"Asti semalem nggak tidur?"
"Nggak. Aku tidur kok."

"Ngapain dia ditangisin? Cari yang lain atuh. Percuma kalau gitu terus." -Ray


Niat gue padahal cukup dia tau dan clear. Gue lega. Sekali lagi, gue setuju dengan kata Cinta Tak Harus Memiliki. Yang penting gue ngungkapin, bodo amat dia suka atau nggak. Tapi, sekarang apa yang gue takutkan terjadi. Gue kehilangan.

Menurut kalian. Cinta Tak Harus Memiliki atau Cinta Harus Memiliki? 



Jatinangor, 16 Oktober 2015 

Minggu, 07 September 2014

LOMBA TETRALOGI CINTA (SESI KEDUA). DL: 14 SEPTEMBER 2014 OLEH : RISTY ARVEL DAN OCHA THALIB

Jumpa lagi dengan event di Meta Kata. Ini adalah event pertama kami setelah dua bulan kami rehat dari event melalui facebook. Ini event lanjutan dari tetralogi cinta sesi pertama yang telah sukses digawangi oleh saya, Risty Arvel dan Bunda Ocha Thalib.
 Event sesi kedua ini mengangkat 2 tema event yaitu : Love triangle  dan Forbidden Love. Tema “Love Triangle” akan dipegang oleh saya dan “Forbidden Love” yang akan dipegang oleh Bunda Ocha Thalib. Masing-masing tema (baik Love Triangle maupun Forbidden Love) akan mengambil 20 ff dan 30 puisi yang akan dibukukan.
Oke tak perlu berpanjang-panjang, ya, simak aja persyaratannya sebagai berikut :
Adapun persyaratan lomba sebagai berikut:
  1. Lomba terbuka untuk umum.
  2. Lomba dibuka dari tanggal 20 Agustus sampai dengan 14 September 2014 (pukul 23:59 WIB).
  3. Membagikan info lomba ke minimal 20 teman facebook, twitter, atau posting di blog pribadi (pilih salah satu).
  4. Like FB FansPage Penerbit Meta Kata(https://www.facebook.com/PenerbitMetaKata), follow twitter @MetaCreativePro(https://twitter.com/MetaCreativePro), dan bergabung dalam grup FB Pena Meta Kata(https://www.facebook.com/groups/152970934881025/).
  5. Info seputar lomba akan di-posting di FB FansPage, twitter, dan grup FB yang dikelola Meta Kata.
  6. Naskah dalam bentuk:
Flash Fiction : panjang naskah maksimal 700 kata, ditambah biodata narasi maksimal 50 kata (lengkapi dengan akun facebook dan alamat email). Naskah dan biodata narasi tidak boleh dipisahkan.

Puisi : panjang naskah 16 baris boleh ditulis dalam 4 bait boleh lebih dan ditambahkan biodata narasi maksimal 50 kata (lengkapi dengan akun facebook dan alamat e-mail) Biodata narasi tidak boleh dipisah dengan naskah.

  1. File naskah menggunakan format Ms. Word 2003/2007, A4, Time New Roman 12pt, spasi 1.5cm, batas margin rata-rata 3 cm (1,18 inci) untuk setiap sisi.
  2. Tulis subjek email dan nama file: Puisi/ff_judul_nama penulis jika dikirim untuk event “Love Triangle” maka kirim ke arvelristy13@gmail.com sedangkan bila dikirim untuk event “Forbidden Love” maka kirim ke pena.metakata@gmail.com
  3. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan satu naskah terbaiknya dalam satu tema, boleh ikutan kedua tema, tapi tidak boleh mengirim dalam bentuk puisi sekaligus ff untuk satu tema. Misal : mengirimkan ff untuk tema “Forbidden Love” dan puisi untuk tema “Love Triangle”, atau puisi untuk tema “Forbidden Love” dan ff untuk tema “Love Triangle”, atau puisi kedua tema atau ff kedua tema.
10.  Update peserta bisa dilihat di dokumen grup “pena meta kata” dengan nama “Update Peserta event Love Triangle” untuk event “Love Triangle” dan “Update Peserta Event Forbidden Love” untuk event “Forbidden Love”. Update akan dilakukan oleh masing-masing PJ.
11.  Akan dipilih 2 (dua) naskah pemenang masing-masing event yang akan mendapatkan hadiah berikut:
FF terbaik : Pulsa Rp 25.000 + Voucer Penerbitan Senilai Rp 100.000 + E-sertifikat
Puisi terbaik : Pulsa Rp 15.000 + Voucer Penerbitan Senilai Rp 100.000 + E-sertifikat
#Catatan: Hadiah dalam bentuk VOUCHER PENERBITAN, hanya berlaku selama 6 bulan setelah pengumuman pemenang dan tidak dapat diuangkan juga tidak dapat digabungkan dengan voucher lainnya.
12.  Selain naskah pemenang, juga akan dipilih puluhan naskah nominator yang akan dibukukan bersamaan dengan naskah pemenang dan setiap nominator akan mendapatkan diskon 10% dalam pembelian buku terbit dan kontributor yang membeli akan memperoleh sertifikat cetak dan e-sertifikat yang dikirim ke e-mail.
13.  Hasil lomba akan diumumkan pada tanggal 24 september 2014

Oke, Selamat berkarya….
Salam,
a.n.
Penanggungjawab
Risty Arvel dan Bunda Ocha Thalib

Minggu, 03 Agustus 2014

Pacaran Beda Umur




Pacaran beda umur? Banyak kok. Mungkin yang seangkatan juga ada yang beda umur. Kayak misalnya cowonya lahir di bulan Januari dan si cewe lahir di bulan November. Mereka beda umur, beda 10 bulan. Tapi itu nggak jadi masalah karena hanya beda beberapa bulan. Gimana dengan yang beda bertahun-tahun? Setahun? 2 tahun? 3 tahun? 4 tahun? 5 tahun? Dst? Nggak masalah selagi cowo lebih tua dari si cewe. Iya gak? Iya dong.

Gue pernah punya pengalaman pacaran sama ade kelas. Baru beberapa hari yang lalu nih. Nggak tanggung-tanggung, beda dua tingkatan sama gue. Gue kelas tiga, dia kelas satu. Yaaah, nggak jauh-jauh banget kayak mbak Yuni-Raffi. Awalnya doi bilang kalau dia itu maba di salah satu PTS di Depok. Yaaaa, gue menganggap dia sebagai kakak kelas gue. Dia lebih tua dari gue. Gue nyaman, dia pengertian. Ya intinya gue berharap dia aja yang terakhir, jangan ada yang lain. Karena emang waktu itu gue lagi sakit ati sama cowo yang Sadis kayak Afgan. Sampe akhirnya, H-4 mensiv dia jujur ke gue. Dia bilang kalau dia masih kelas 10. Gue Tanya kenapa bohong, dia cuma jawab “Aku takut kamu nggak mau kalau aku ade kelas kamu”. CETAAAAAAR.

Ternyata dia bisa baca pikiran gue. Sesukanya, sekagumnya, sesenengnya gue sama ade kelas nggak pernah ada niatan buat itu cowo suka sama gue. Apa lagi sampe pacaran. Karena gue pernah denger kalau cewe itu lebih cepet dewasa dibanding cowo. Walaupun doi lebih dewasa dibanding gue sekarang. Tapi tetep aja suatu saat nanti bakal keliatan dewasanya itu. Dan H-2 mensiv, gue putus sama dia.

Gue pribadi lebih cenderung ke cowo yang lebih tua. Yaaaa, maksimal beda 5 tahun lah sama gue. Kenapa? Kayaknya nggak perlu gue jawab, diatas udah ada jawabannya. Tapi… setelah gue curhat nangis-nangisan ke sahabat gue di Makassar *jangan dipercaya, lebay banget asti*. Doi ngomong…

“KALO UDAH NYAMAN MAH USIA NGGAK JADI MASALAH.”

Jleb. Gue mau alesan apa lagi kalo begini? Gue emang udah nyaman sama dia, tapi nyaman gue berubah pas tau dia ade kelas gue. Malu? Sedikit. Tapi apa salahnya? Banyak kok temen-temen gue yang pacaran sama ade kelas. Doi pernah bilang gini “Padahal pacaran sama kamu aku mau belajar setia, aku mau belajar dewasa.” . What are you thinking? Gue lebih mikir ke pertanyaan, “Kapan gue dewasa kalau dia juga baru mau belajar dewasa?”. Yang ad ague tetep jadi cewe manja yang nggak dewasa-dewasa.

Yaudahlah. Mungkin emang harus pisah. Mungkin juga masing-masing dari kita udah disiapin jodoh yang pastinya baik dimata-Nya. Perasaan gue atau emang takdir, gue pasti dibohongin mulu. Haha. Yaudah lah. Buat kalian yang pacaran sama brondong, think again ya. Lebih baik lepas sekarang daripada nantinya susah dilepas. Buat yang pacaran sama kakak tingkatan, lanjutin aja selagi cocok. Yaaaah. Semoga nggak ada kejadian Yuni-Raffi ataupun Asti-Ad******. BHAY !

Jumat, 27 Juni 2014

FIRST LOVE is not FIRST GIRL/BOYFRIEND



Lagi-lagi. Gara-gara Aghni gue mau posting tentang “CINTA PERTAMA” atau orang gaul jaman sekarang bilangnya “FIRST LOVE”. Dan kebetulan pada saat ini gue masih deman unyu-unyu (kayak CJR gitu ya) sama cinta pertama gue. Padahal itu udah dari 6 tahun yang lalu. Tapi sampe sekarang masih aja demam itu ada (DUAAAAR!). Ini bukan curhat.

FIRST LOVE is not FIRST BOYFRIEND/GIRLFRIEND. Yap. Cinta pertama bukanlah pacar pertama. Mungkin ada sebagian dari kalian yang bisa berhasil dengan cinta pertamanya, lalu jadian. Ada juga pada masa kalian ngerasain cinta pertama itu, kalian masih terlalu takut untuk memulainya. Contohnya waktu jaman SD, apa yang bisa dilakuin kalau kita merasakan itu? Hanya bisa melihat dan mengaguminya bukan?
 
CINTA PERTAMA awal dari CINTA MONYET. Pertama gue juga nggak langsung ngerasain apa itu cinta pertama. Yang gue rasain dulu mungkin namanya cinta monyet. Tapi, setelah gue melakukan observasi, mengujinya, lalu mengambil kesimpulan (Biasa, anak Farmasi bahasa suka berat gini). Dia cinta pertama gue. Kenapa bisa tau? Sampe sekarang gue gak bisa lupain dia. Sedangkan cinta monyet, mungkin suka lalu bisa hilang gitu aja. Oke lo pada jangan mikir cinta monyet itu cintanya sama monyet ya. Gigit nih -___-

CINTA PERTAMA itu SUSAH DILUPAIN. Banyak yang bilang kalimat ini bener adanya. Tapi coba deh lo pikir. Itu semua tergantung sama lo. Kalau emang dari hati lo udah ikhlasin dia, pasti perlahan lo bisa lupain dia. Tapi kalo emang lo selalu memanjakan perasaan dengan mengenang kenangan bersamanya. Itu yang bikin lo nggak bisa ngelupain dia. Ini gue nggak curhat. NGGAK CURHAT!
Ada juga yang sama-sama tau isi hatinya. Contoh ya, gue suka sama dia, dia tau. Dia suka sama gue, gue tai tau. Tapi gue sama dia nggak bisa jadian. INI NGGAK CURHAT. Nyeseknya dimana? Disini *nunjukkakihati*. Kita sama-sama jaim. Kita nggak tau mau gimana. Kita sama-sama nggak bisa blak-blakan bilang...
“AKU KANGEN KAMU.”
“KAMU ITU CINTA PERTAMA AKU.”
“KAMU MAU NGGAK JADI PACAR AKU?”
Kalimat itulah. Sama-sama cari orang lain buat ngelupain. Mungkin pernah ada yang ngalamin kayak gini? Walaupun bukan cinta pertama ya orangnya. Pasti nggak enak banget. Sama-sama teriak dalam hati. Nyesek dalam hati. Cemburu dalam hati. Buat dia nggak tau tentang perasaan kita, malah jadi nyiksa.
“PERCUMA TAHU BAHWA KITA SALING MENYAYANGI TAPI PADA AKHIRNYA KITA TIDAK BISA BERSAMA.”

Sampe akhirnya, kemaren gue cerita ke temen SD gue, Nasution, tentang cinta pertama gue itu. Dan emang dari dulu gue curhatnya sama Nasution kalau soal cinta pertama. Dia ada beberapa quotes buat gue. Ini...


Dan sekarang gue coba deh. Lupain dia. Berhenti buat ngarepin yang nggak-nggak dari dia. Karena gue inget, gue cewe. Harus lebih jaim dari dia. Yaaah... buat para cewe, ini harus tetep diinget ya. Buat para cowo, jangan manja. Kejar. Hahaha. Oke deh. Bhaaay! *gayaBayuSKAK*

Note : Postingan selanjutnya bakal ngebahas tentang BAYU SKAK, pacar gue. Bukan-bukan. HAHA :D

Minggu, 22 Juni 2014

Secret Admirer





Pernah denger kata “Secret Admirer” ? Ada yang belum tau? Atau malah pernah jadi secret admirer? Secret admirer itu penggemar rahasia. Biasanya yang jadi secret admirer itu orang-orang yang belum berani nyamperin gebetannya. Gue bilang “belum” berani yaa, bukan “nggak” berani. Kalau “belum” berarti “akan” berani. Tapi kalau “nggak” berani, selamanya bakal nggak berani. Gue sendiri pernah jadi secret admirer. Atau sekarang gue bisa dikatakan “GAGAL” jadi secret admirer. Entah kenapa gue senasib sama Aghni.
Ceritanya gini. Aghni itu punya pacar cueknya setengah mampus, mati. Anything deh. Nah, kemarin itu dia cerita ke gue kalau dia jadi secret admirer pacarnya sendiri. Ini ada sedikit potongan smsan gue sama Aghni.

Aghni       :        Masa iya sekarang aku jadi secret admirer nya ian coba, Sti. Pacar aku sendiri.
Gue          :        Lah? Kok gitu? Hahaha.
Aghni       :        Dia susah disuruh bales sms. Jadinya aku lewat ask.fm nanya nya.
Gue          :        Terus? Terus?
Aghni       :        Dia aku sms, “kenapa nggak bales sms?”. Malah dijawabnya, “Yang penting
     ask kamu aku jawab.”. Aku gagal jadi secret admirer (JEDAAAR!)

Setelah baca sms nya gue ngakak beneran. Pis ah buat yang di Makassar. Haha. Hebat banget itu cowok. Dan sama, gue juga gagal jadi secret admirer. Ternyata kata doi ketikan gue beda dari yang lain. So? Ketika gue kepoin doi lewat ask.fm. Nanya-nanya nggak penting. Besoknya dia bilang, “LO KAN YANG ASK GUE KEMAREN?”. (DOUBLE JEDAAAR!!!). Kenapa bisa tau gitu coba? Dukun paling ya. Entahlah.
Ada yang bilang kalau jadi secret admirer itu nyesek. Soalnya kita udah suka banget sama apapun tentang doi, tapi doinya nggak sama sekali tau siapa kita. Kecuali kalau lo jadi secret admirernya temen lawan jenis lo sendiri yaa. Dan sekarang ada kabar yang membahagiakan buat para secret admirer, yaitu...

ASK.FM Yaaap. Elo bisa cari tau apa nama ask.fm nya doi lalu bertanyalah sepuasnya langsung ke dia. Iya nggak sih? Kemungkinan lo ketauan sedikit banget. Dan nggak bakal ada yang ngebocorin tentang lo. Kecuali lagi, kalo lo cerita ke temen-temen lo. Siap-siap aja temen-temen lo yang tau bakal ngebocorin ke dia. Eh beda cerita lagi kalo di ask.fm nya dia nggak ngizinin pertanyaan dari anonymous. Hmmm. Solusinya...

NOTHING Gigit jari aja deh yaa. Tapi tenang deh. Kalo yang lo suka itu tipenya cewe/cowo klasik. Kenapa nggak coba kirim SURAT? Atau... e-mail? Atau nggak bikin blog tentang dia, bikin itu blog bisa nyampe di dia. Norak ya? Duh. Tapi bakal seneng loh kalo dia itu tipe yang romantis.
Nanya aja nih buat lo yang jadi secret admirer. Alesan lo jatuhin pilihan ke secret admirer kenapa? Terus kalo lo udah lama jadi secret admirernya kenapa sampe sekarang masih bertahan? Saran aja sih ya. Kenapa nggak lo lepas secret admirer itu? Yaaa... lo kenalan gitu sama dia. Atau nggak minta tolong ke temen lo yang deket sama dia buat ngenalin lo ke dia. Inget ya, kecuali kalo dia punya pacar dan mereka dijadikan ”best couple” di kampus/sekolah. Mending mundur dulu sampe mereka putus *sesat*.
Udahlah. Gue cuma pesen buat lo yang milih secret admirer. Jangan gagal jadi secret admirer kayak gue sama Aghni. Daaaan... suatu hari nanti lo harus tunjukkin jati diri lo ke dia. Okee? Bhaaaay!

Kamis, 17 April 2014

Tips Langgeng LDR (versi gue)


Gara-gara tema ILK tentang LDR dan muncul mpok Pina. Gue jadi mau ngomongin LDR. Sekarang lagi jamannya LDR kan ya? Nggak tau LDR itu apa? LDR itu Long Distance Realitionship. Nggak ngerti artinya? Itu artinya hubungan jarak jauh. Sampe ada juga kan yaaa akun tentang LDR gitu, kayak @LongDistance**. Akun ini udah buat novel gitu deh. Etapi gue nggak ngomongin ini akun. Gue mau ngasih tips gimana biar langgeng sama partner LDR lo.
Sumber Gambar

Rata-rata paling lama cuma setahun kalo LDR, tapi gue sampe 2 tahun lebih. Tapi dibohongin. Eh nggak, gue nggak bakal curhat kok. Janji. Ini tips versi gue. Entar gue kasih tau juga beberapa sebab yang buat para distancer ini LDR sama partnernya(baca:pacar). Ini ada beberapa tips buat lo yang LDR. Cek it out!!

1.      Saling Percaya
Gue taro ini di nomer satu. Iya kan? Saling percaya itu emang kunci paling utama para distancer. Kalau kepercayaan itu nggak ada, paling cuma bertahan setahun. Malah nggak bisa nyampe setahun. Contohnya gini. Pacar lo main bareng-bareng sama temen kelasnya. Otomatis ada cowo/cewe nya yang bisa aja pacar lo dideketin. Naah. Lo harus percaya ke pacar lo kalo dia bisa jaga hatinya buat lo disini. Lo percaya dia bisa jaga hubungannya sama lo. Kalo kayak gini gue yakin nggak bakal ada salah paham.
Sumber Gambar

2.      Punya Komitmen
Lo berdua kalo udah punya komitmen PASTI nggak bakal nyangkut di orang lain *ehh. Kebanyakan distancer yang udah komitmen sama pasangannya itu yang udah bener-bener serius banget pacarannya. Komitmen buat jaga hati, jangan sampe ngehadirin orang gelap di hubungan kita, komitmen buat sampe rencana nikah nanti. Buat anak SMA/SMK/Sederajat kayaknya masih jauh sama kata komitmen gini ya. Apa lagi LDR gitu. Ya kata gue sih kalo emang gak serius pacaran ngapain lo capek-capek LDR’an? Ngapain lo sibuk nyari pulsa tengah malem buat paketan, skype’an buat kasih suprise pas dia ultah. Mending putus kalo nggak ada komitmen.
Sumber Gambar


3.      Komunikasi Lancar
Nah ini. Komunikasi kudu lancar kayak jalan di tol. Tapi kadang tol juga ada macetnya. Itu sih tol dalam Jakarta yang begitu. Ehh gue nggak bahas tol. Komunikasi. Yap. Secara gitu jarak jauh. Kalo nggak ketemu mau ngapain? Ya pasti sms, telpon atau lewat sosmed. Yaaah, buat para distancer siap-siap aja dompet tebel buat komunikasi. Mending ya kalo LDR’an nya Kediri-Bogor, Kediri-Palembang nggak nyampe luar negeri. Lah kalo partner lo di luar negeri? Haha. Angkat tangan deh. Yang jelas pastiin jangan lost komunikasi. Kalo emang mau lost dari sebelumnya bilang dulu. Biar partner lo nggak kelabakan nunggu kabar dari lo. Contohnya aja ya, mau ngerjain sesuatu yang nggak mungkin kita bawa hp. Kayak lagi pelantikan, main futsal/basket/skate sejenisnya, les. Nah buat ini sebelumnya lo kasih tau dulu kalo lo mau ini-itu. Buat pencegahan pikiran yang nggak-nggak aja sih.
Sumber Gambar

4.      Jangan Upload Foto yang Bikin Partner Lo Marah
Ini. Kadang sangat disayangkan ada pasangan LDR marahan gara-gara masalah foto. Biasanya kalau abis hangout gitu pasti upload foto. Ya mending sih kalo lo udah ngabarin ke partner lo. Kalo belom? Pasti dia bakal bilang “Enaknya yang hangout bareng temen. Sampe lupa sama pacarnya yang jauh.”. Bunuh aje bunuh! Hahaha. Kagak becanda. Ya lo hindarin deh upload foto yang aneh-aneh. Kayak misalnya foto hangout bareng-bareng tapi salah satu dari mereka ada mantan lo. Gue yakin partner lo panas darah kalo emang gak percaya sama lo. Balik lagi. Kudu percaya. Tapi semua orang pasti ada rasa curiga. Ngaku deh lo yang distancer.


5.      Kasih Suprise
Ini bikin langgeng? Iya. Dengan lo kasih suprise, bisa buat hubungan LDR lo anti mainstream. Terutama cewe ya, cewe suka banget sama yang namanya suprise. Mungkin cowo juga suka, tapi nggak sampe kayak cewe lah. Contohnya : lo dateng ke rumah partner lo nggak bilang-bilang. Gue yakin partner lo bakal nangis guling-guling. Nggak lebay gitu juga sih. Apa lagi udah lamaaaa banget gitu nggak ketemu, setahun nggak ketemu. Pasti langsung meluk lo. Eaaak. Terus kasih suprise tengah malem pas partner lo ultah. Ini bukan soal lebay ato nggak ya. Buat yang LDR ini pasti bakal jadi moment keren. Kalo buat yang deket bisa dibilang lebay. *dikeroyok* Ampun.
Sumber Gambar
 
Nah itu ada lima tips sederhana buat para distancer. Oh iya, buat beberapa sebabnya. Gue pending aja deh. Biar lo pada penasaran dan masih tetep mantengin blog gue gitu. Eh ceplos. Sudah itu saja sih yaaa. Karena emang pengalaman LDR gue itu pait. So? Cuma itu aja si tips versi gue. Buat para distancer yang ada komitmen, langgeng! Cepetan sebar undangan ke gue ya. Haha. Oke. See you next postingan ;)