Tampilkan postingan dengan label Koar-Koar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koar-Koar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Juli 2018

Game Cari Jodoh? Hago!

Bersihin debu dulu deh. Ini blog udah sepi banget kayak hati ini *eh* dan sekarang balik lagi yeeeey! Tolong ingatkan gua plis minimal tiap bulan ada postingan baru gitu di sini. Pembaca jadi kabur-kaburan karena ini blog gak apdet-apdet. Huhu. Udah ah intronya kepanjangan.

Jadiii. Seminggu yang lalu mungkin, banyak temen gua yang apdet di story wa dan instagram berupa screenshoot'an sebuah game. Kepolah tanya mereka itu game apa, katanya Hago. Ohh aja dah tuh gua. Makin penasaran pas ada yang nanya, "Id hago-nya apa?". Lah, donlot aja belum udah ditanya. Makin kepo dan pada akhirnya...GUA DOWNLOAD APLIKASI TERSEBUT. HAHAHA.


      


Foto sebelah kiri itu aplikasi di Play Store-nya ya. App Store ada gak? Gak tau sih. Mungkin temen-temen pengguna iPhone bisa berbagi mengenai aplikasi ini ada atau gak dan namanya sama atau gak kalau ada. Daaaan, foto sebelah kanan itu tampilan ketika buka aplikasinya. Kalau liat dari tagline-nya: play games make friends, bener sih. Hehe. Main game-nya dapet, temenannya juga dapet. Bahkan menurut gua, di sini bisa nyari jodoh. HEHEHEHEHE. Karnaaaaaaaa... kayak kostan campur gitu loh. Jumlah cewe sama cowonya di sini sama banyak kayaknya.


Ini dia game-game-nya. Sebenernya gak cuma yang di atas. Permainannya ada banyak deh. Ada yang by one gitu lawannya, ada yang main barengan, ada permainan yang emang sendirian aja buat kita. Daaan, mainnya tuh sama random orang gituuu. Tiap main by one gua selalu dapet cowo. Padahal ade gua dapet cewe. Ko bisa? Mana gua tau. Yang bikin aplikasi ini kan bukan gua. Terus bisa ada suaranya juga kalau yang by one. Pokoknya menurut gua ini paket lengkap sih (Nasi + Ayam Bakar + Lalapan + Sambal + Es Teh Manis). FIX LAPER!




Teruuus ada profil macam di atas. Lo bisa pajang foto terkece lo dan di sana ada umur, jenis kelamin, zodiak, lokasi lo terkini, lo bisa isi sesuatu di bio kayak instagram gitu, daaaan ada riwayat permainan apa yang lo mainin gitu.

Gua bisa bilang ini game ajang pencarian jodoh bagi yang jomblo karna ya ini. Gua sengaja pake foto itu. Makeup daily aja. Terus edit juga sebatas pencahayaan sama kontras dan saturasi gitu dah. Bukan pake efek di v*co. Buat cari tau, bakal kepancing ga sih gua pake foto itu. TERNYATAAAA... seharian main udah dua cowo tanpa babibu langsung minta nomor wa. Hhhhh. Gua kasih? Gak lah. Privasi cuy.

Contoh godaan. Lagi main masih bisa gombal.

Karna tujuan gua download ini emang buat have fun aja. Jadi ya gak kayak cewe-cewe yang ditemuin ade gua ketika main by one. Jadi gini, ade gua tuh sering banget dapet cewe pas main permainan yang by one (btw, ade gua cewe ya). NAAAAH, tiap dapet lawannya ade gua, mereka langsung keluar begitu saja. HMMMM. Kan agak kampret :))))

Pokoknya aplikasi ini apa yah. Game iya. Temen iya. CARI JODOH? BISA BANGET! Tapi hati-hati guys. Itungannya ini tetep dunia maya loh. Oke lah sekian dulu postingan kali ini.

Yang udah coba aplikasi ini boleh banget berbagi cerita di kolom komentar. Ditungguuuu. BTW, INI BUKAN ENDORSE APLIKASI YA WKWKWKWK

Sabtu, 14 Oktober 2017

Kutinggalkan dia Karena DIA

Bagaimana kalau judulnya kuralat? Jadi... Ku ditinggalkan dia karena DIA. Nah ini baru. Tunggu... Ko sedih ya aku ditinggalkan. Hmmm. Aku masih sampai setengah buku membaca karya @duniajilbab Ririn Astutiningrum yang berjudul "Kutinggalkan dia karena DIA". Baru setengah buku, hati ini rasanya sudah banyak tersayat oleh cerita-cerita kiriman yang mengingatkanku akan masa itu.

Seperti remaja pada umumnya, aku tertarik dunia pacaran. Umur 17 tahun-19 tahun masih dianggap remaja kan? Hehe. Bisa dibilang aku salah satu remaja yang sangat ingin melakukan aktivitas pacaran tersebut. Apalagi setelah masuk dunia perkuliahan. Duh. Godaan segudang! Menurutku, dunia akan terus berbunga-bunga dan selalu sempurna dengan hadirnya sang kekasih hati. Astaghfirullah.

Aku akan bercerita sedikit mengenai masa itu. Terakhir menjalani aktivitas tersebut tahun kemarin. Atau tahun kemarinnya lagi? Aku lupa 😂 tapi sepertinya tahun kemarin. Tidak berjalan mulus karena banyak cekcok dan namanya juga remaja, banyak labil. Putus dua kali dalam dua bulan. Dia tidak pengertian. Selalu emosi. Loh ko jadi curhat? Oke skip.

Setelah putus, semua kacau. Ipk turun, sakit pas UAS, makan gak teratur, mandi jarang. Eh yang terakhir mah gak ya. Pokoknya papa sampai bertanya padaku perihal ipk turun. Hal itu karena ipk benar-benar turun drastis dari semester sebelumnya. Setelah mendengar ceritaku, papa hanya bilang, "Gak usah pacaran dulu". Baiklah.

Setelah putus, aku tak ada kapok. Laki-laki yang mendekat aku beri karpet merah. Begitulah istilahnya. Sampai ada satu laki-laki yang membuatku tak mendekat pada siapapun. Laki-laki itu mari sebut saja Prayogo, oke itu terlalu frontal. Bagaimana kalau dia saja?

Dia ini teman lamaku. Kami bertemu saat reunian di salah satu rumah kawan lama kami. Aku tidak menyangka setelah reunian itu, ia mengirimkan chat kepadaku. Masalahnya saat dulu pun aku tidak dekat dengannya. Ada apa dia chat aku? Hmmm. Aneh sekali. Terjadilah pdkt pada umumnya.

Pesan papa terus ada di pikiran. Aku ga boleh pacaran. Tapi dekat sama dia ini gapapa kan? Kan ga pacaran. Hehe. Begitulah pikiranku. Pertemuan pertama, canggung karena memang ini pertama kalinya aku jalan berdua dengannya. Pertemuan kedua? Luar biasa. Cokelat, lampu kota dan senja diberikannya untukku. Tiga hal yang aku sukai diberikan padaku dalam satu waktu. Gimana ga klepek-klepek? :')

Akhirnya dia mengutarakan perasaannya. Seperti pada umumnya, mengajak berpacaran. Posisiku ingin menerima namun nasihat papa terus menghantui. Ah bagaimana ini? Ternyata memang aku tidak bisa mengecewakan papa saat itu. Aku menyukainya, namun aku tidak ingin berpacaran dengannya. Aku utarakan kepadanya bahwa aku juga menyukainya namun aku tidak bisa menerimanya sebagai pacar.

Katanya... Gapapa. Kita fokus ke urusan masing-masing aja dulu. Aku juga sebentar lagi mau lulus. Katanya... Begitu. Aku memang memiliki banyak teman laki-laki. Jujur saja. Keinginanku ingin memiliki sosok abang sudah ada sejak dulu dan jadinya semua teman laki-laki dekat denganku. Aku tak tau kalau hal ini jadi boomerang untukku suatu hari nanti.

Satu waktu ia menuntut akan kejelasan status. Mungkin karena aku juga banyak menuntutnya, seperti ga boleh rokok dan kopi. Aku berkata lagi bahwa aku tidak bisa menerimanya, ia menudingku dengan berkata "aku ga boleh jalan sama cewe lain. Kamu malah jalan sama cowo lain.". Pikirku... Loh? Mereka kan teman-temanku. Bagian mana yang salah? Toh hati ini tetap padanya.

Sampai pada puncaknya, aku berkata, "kalau begitu silakan sesuka hatimu ingin bagaimana. Rokok? Silakan. Kopi? Silakan. Jalan sama cewe lain? Silakan". Aku pasrah. Hati ini terlanjur sakit dengan tudingannya. Layaknya remaja lainnya. Aku galau. Kegalauanku bertambah saat mengetahui bahwa dua hari setelah tudingan itu, ia berpacaran dengan wanita lain. Aku tersenyum. Permainan yang menarik, pikirku.

Semua hal yang berbau tentangnya kuhapus. Aku ikhlas namun sakit. Sepertinya belum ikhlas ya. Beberapa minggu setelah aku mengetahui dirinya bersama wanita lain, salah satu teman lamaku mengatakan di sebuah grup alumni, "makanya jadi cewek jangan semua dideketin. Satu aja", "lagian sih ga ada kejelasan". Setelah perkataan itu aku seutuhnya sadar bahwa Allah membuatku ditinggalkan olehnya karena memang dia bukan laki-laki yang baik. Bagaimana bisa seseorang yang mengaku menyukaimu namun menebar sesuatu yang tidak benar? Bukankah aku sudah memberitahunya bahwa hatiku padanya namun memang tidak bisa berpacaran?

Setelah kejadian itu, ada satu kejadian lagi yang membuatku tak habis pikir. Aku dikecewakan lagi dengan laki-laki yang berbeda. Rasa lelah datang dan sampai akhirnya aku sadar. Ko akhir-akhir ini aku terus memikirkan dunia? Bagaimana dengan akhiratku?

Pemikiran ini muncul. Kali ini rasa kecewaku pada makhlukNya tidak boleh berdampak buruk. Aku harus menjadi pribadi yang lebih baik. Tekadku seperti itu. Beberapa teman mendukung dan membantuku. Ada satu teman yang tiap waktu selalu mengingatkan. Bila kamu bergantung pada makhlukNya, kamu akan mendapat rasa kecewa nantinya. Bergantunglah pada Allah, kecewa takkan didapat. Aku menjadikan dua kalimat ini sebagai acuanku.

Perubahan memang selalu tidak berjalan baik. Apalagi ke arah yang lebih baik. Beberapa kali aku goyah. Sampai satu waktu... Aku mengenalnya melalui temanku. Aku mendengar cerita tentangnya melalui temanku. Aku tak pernah bertemu dengannya. Aku tak pernah saling tatap dengannya. Aku tak pernah melihatnya secara langsung. Aku hanya melihat sosoknya dalam sebuah potret. Tetapi, aku jatuh hati padanya...

Selanjutnya.... Pantengin blog ini terus ya :)

Senin, 14 November 2016

Omongan Itu Doa, lho!



Kalau baca judulnya, pasti lo pada sering denger kalimat itu dilontarkan. Biasanya sih ada orang yang ngomong ngasal kayak “Ngulang mata kuliah ini dah.” terus disambut dengan “omongan lo jadi doa loh.”. Adanya kata-kata –omongan itu doa, lho- membuat gue semakin berhati-hati dalam berbicara. Selain takut jadi doa, bisa jadi omongan lo menyakitkan orang lain. Inget! Mulutmu Harimaumu!

Jadi, akhir-akhir ini gue sering baca ulang postingan-postingan beberapa bulan lalu di blog ini, blog KeboKampret. FLASHBACK ABIS. BIKIN SENYUM-SENYUM SENDIRI INGETNYA. Gue pun baru sadar kalau 99,99999% postingan gue itu dilandaskan atas dasar pengalaman  gue, bahasa asiknya sih curhatan gue. Eh dari dulu sih gue sadarnya. Kalau lo pembaca KeboKampret dari  jaman tahun 2014, pasti tau kenapa blog ini namanya KeboKampret, kejadian apa aja yang gue alamin di 2014, dan lo juga  pasti tau ada seseorang di tahun itu. Yok deh kita flashback. Di bawah ini salah satu komentar di postingan gue yang berjudul  “Nonton Bukan  Lontong”. Cek sini ya.

Halo mbak Nurizka Tresna yang lebih penasaran dengan kelanjutan hubungan kami daripada film “Runaway”. HEHEHE. Gimana kabarnya mbak? Makasi ya mbak udah penasaran. Dan, sekarang gue mau jawab nih. Dua tahun ya mbak Nurizka komen di postingan itu, dan sekarang hubungan kami......HAHAHA gue jawab di best comment selanjutnya deh. Kalian masih bingung? Dibilangin cek dulu postingan “Nonton Bukan Lontong” klik nih –Lontong- biar ngerti. Lalu, selanjutnya ada komen dari mas Arul. Mas Arul ini videonya udah bolak-balik ditayangin di The Comment Net Tv. Weeeh MANTAP DJIWA.

HEHE. IYA MAS IYA. SAYA JADIAN SAMA LAKI-LAKI YANG ADA DI POSTINGAN DUA TAHUN LALU ITU. HAHA. Capslock jebol maafkan. Terima kasih mas Arul sudah komentar dengan kata Awas dan jadi beneran. Sebelum gue ceritain kenapa bisa dan bagaimana ceritanya, gue mau kasih liat the best comment ever ever ever. HEHE.

Makasi buat mas Dwi Nanoki. Sepertinya omongan mas’e menjadi doa dan diijabah. Hehe. Doakan saja semua akan baik-baik saja sampai waktu yang diinginkan. HEHE.

Jadi, waktu itu tanggal cantik 10-10-16. Sebenernya gak cantik-cantik amat sih. Tapi, cantik. Ya gitu deh. Pokoknya setelah gue kuliah di Bandung Jatinangor, dia kuliah di Malang kami jadi makin dekat. Ya, bisa dibilang kami ini sahabat. Boroknya gue dia tau, boroknya dia gue tau, manisnya gue dia tau, manisnya dia gue tau, dia pake kancut warna apa hari ini pun gue tau. Eh gak gak, bercanda. Tanggal itu gue kode kalau tanggalnya cantik blablablabla pokoknya yang biasa cewe lakukan kalau lagi kode ke gebetannya. Lo cewe tapi ga pernah sekalipun begitu? Oh oke lo keren, gue cupu.

Dia peka tapi ga peka. Tanya langsung deh dia tuh peka apa kagak. Akhirnya tanggal cantik itu terlewat. Gagal jadian di tanggal cantik. Gue yakin sebagian kalian para kaum hawa pasti seneng banget kalau jadian di tanggal cantik kan? NGAKU LOE! Lebih senengnya lagi ya jadian sama orang yang diincer udah lama. Ye gak? Ye laaah. IHIR.

Tanggal 11-10-16 pas gue lagi di kampus, doi kirim vn yang panjangnya kayak setengah dari sebuah lagu, dua menitan gitu. Gue baru keluar kelas pagi langsung dengerin vn dari doi. Posisi gue dengerinnya pas lagi nunggu odong-odong di gerbang fakultas. Jadi agak gak jelas. Intinya sih dapet. Disitu juga gue langsung senyum-senyum, ketawa-ketawa, pokoknya tetangga kostan gue tau betapa senengnya gue waktu itu. Orang-orang yang lewat depan gue pada ngeliatin gue. Gue? Ya masa iya gue diem aja abis diajakin hayu sama gebetan. Gue bodo amat sama yang liatin gue dengan heran.

Seriusan deh. Kalian baca postingan-postingan di pertengahan tahun 2014-pertengahan 2015 aja, pasti kalian akan memaklumi kenapa gue bisa se-excited itu. Mulai hari itu, status kami diperjelas. Dia masih jadi sahabat gue, dia masih jadi teman gue, tapi ada tambahan spesial. Apalah apalah kayak nasi goreng ada spesialnya. Yaaa ampun kok makin gede gue makin garing aja lawakannya :((

Banyak banget yang langsung nanya kok bisa? Ih gimana ceritanya? Seriusan gak tuh? Kalau dia cuma iseng aja gimana? Itu pertanyaan-pertanyaan dari temen-temen SMK, well, mereka tau waktu akhir masa SMK itu gue galauin dia. HAHA. Lalu, setelah pertanyaan-pertanyaan itu muncul wejangan dari para sesepuh terdekat jaman SMK. De, kalau itu anak bikin kamu galauan lagi kayak waktu itu, tak samperin loh ya. Kalau disakitin omongo aku, ben tak samperin ke Malang. Translateo dewe yo cah. Wis enek google translate. Itu sesepuh, Nyuntet. Kalau oma Atik beda lagi, Wah selamat ya adik. Akhirnya cinta belum kelar sekarang jadi jelas. Langgeng yaaa. Fyi, gue dipanggil "adik" karena gue paling muda dari mereka. GUE ULANGTAHUN BULAN INI TANGGAL 28 LOH. KADONYA YAAA. Masih tetep pamer ulangtahun :(

Setelah gue putus akhir tahun 2012 itu gue bolak-balik nyari kebodohan yang gue lakukan. Sampe di tahun 2014 itu gue ketemu dia dan gue jatuh hati di pandangan pertama. Makasi banget buat radio Brass FM, berkat pencarian penyiar tamu itu gue ketemu dia. Kenal dia, gue berhenti melakukan hal-hal bodoh yang hasilnya akan tetap nihil. Kenal dia, dunia gue kembali menemukan satu cahaya Illahi. Apasih -___- Dari 2014 ke 2016 pun gue coba ga terpaku sama dia. Gue jadian sama si anu, ini, itu, ga ada yang berhasil. Kalau ga dibohongin, ya ditinggalin. Gue emang gampang dibohongin, coba aja bohongin gue pasti gue langsung kena.

Gue dulu rela perasaan gue sakit demi dia seneng. Gue rela ngalah demi dia seneng sama yang lain. Gue rela nunggu dia sampe akhirnya dia balik lagi ke gue, balik ke dia, dan balik lagi ke gue. Fyi, gue kalau udah beneran suka sama satu orang, pasti gue bakal lakuin yang bisa gue lakuin. Satu kegilaan yang ga bisa gue ilangin tuh ini. Gue terlalu lemah berhadapan dengan orang yang gue sayang. Siapa peduli? Gue kalau suka rasanya semua kejelekannya ketutup sama satu kebaikannya.

Yaaah begitulah. Gue takut meleber kemana-mana ceritanya. Hehe. Intinya, ati-ati ah sama omongan. Mulai sekarang ngomong yang baik-baik aja eaaaa. Dan, begitulah omongan yang jadi doa terus diijabah. Hihi.
Dia sekarang lagi bete sama gue karena kebetean gue. Postingan ini bisa dibilang sebuah sogokan biar dia ga marah lagi. Soalnya dia paling seneng diceritain di blog ini. Yo jelas. Semua orang juga seneng kalau tentang dirinya diceritain di satu media. Tapi gatau deh sogokan ini akan berhasil atau tidak. Jangan bete terus ya. Kangen looo. Gue memang sedang sensitif :( lvyuuu :**

Lvyu juga pembaca KeboKampret dari awal dibuatnya blog ini sampe sekarang masih mantengin. Tunggu kisah selanjutnya yaaaa :))) DADAAAAAAHHHHH. Oh iya, bonus flashback ah. Muka tanpa permak banget dulu teh ampun. HAHAHA
30 Juli 2014

16 November 2014

14 September 2014

Senin, 19 September 2016

Flashback Gojek vs Opang




Halo. Ya halo. Sekarang gue semester tiga dan banyak banget kejadian yang udah gue lewatin. Mulai dari dapet kostan yang bermasalah sampai ketemu maba ganteng sasindo 16. He-he-he. Sekarang ini banyak yang menyebutkan daerah dimana gue kuliah bukan lagi Jatinangor, melainkan Jatidanger. Kenapa? Karena walaupun Jatinangor hanya salah satu kecamatan di Sumedang, tetapi tingkat rawan kejahatannya sangat besar. Well, semua tempat juga memiliki tingkat rawan kejahatan yang sama, tergantung seseorang menyikapinya seperti apa. Eh iya gitu? Dan, gue makin ngerasa danger ketika temen sekelas gue kena todong di pangkalan damri depan masjid ITB Jatinangor. Semenjak itu, gue sangat takut untuk keluar malam sendirian yang jauh dari keramaian. Biasanya gue gak peduli mau sendirian atau bareng-bareng keluar malemnya.

Foto dari : Ami
Jadi gini, gue akan sedikit melupakan kasus temen sekelas gue itu. Akhir-akhir ini gue menjadi orang yang males jalan kaki ketika gue bergabung menjadi bagian salah satu ojek mahasiswa. Jadi driver? Oh bukan. Gue jadi adminnya. Ojek mahasiswa apaan? Gue gatau sih di kampus lain ada atau gak. Yang jelas, anak unpad pasti tau apa itu ojek mahasiswa. Jadi, ojek mahasiswa itu ojek online sejenis gojek, grab bike, uber motor, dan lainnya. Pakai aplikasi? Bukan. Ini mengandalkan line@. Gue males jalan dan maunya dianter sama kaka-kaka driver yang memang rata-rata mahasiswa belum kelar skripsian. Tapi, ada saatnya gue diabaikan dan ga dianter. Ya intinya gue jadi males jalan. Tapi kalau ga ada yang anter, gue terpaksa jalan.
Ada berapa sih ojek mahasiswa di kampus gue? Mari kita lihat ss di bawah ini.



Ada 11 OA omah (ojek mahasiswa) yang gue punya. Faktanya, ada 20an omah di Jatinangor. Gue ga tau sih ada yang dari kampus lain atau gak. Yang jelas, rata-rata mahasiswa unpad asalnya. Jadi gue mau cerita apa? Oke deh. Gue cerita gimana bisa gue gabung jadi bagian salah satu ojek mahasiswa ini.

Jadi gini, waktu itu gue lagi krisis keuangan dan selalu iseng cari di instagram dengan hashtag lokkerbandung, parttimebandung, lowonganbandung, parttimebdg, lowonganbdg, cowogantengbdg, eh gak-gak, intinya ya gue cari loker. Hasilnya jelas gak ada. Ada dan itu pun syaratnya harus memiliki kendaraan dan SIM C. Akhirnya gue pindah ke home line. Scroll dan ada! Lowongan jadi driver dan admin di salah satu omah. Langsung aja gue daftar! Karena disana tulisannya “Wanna get money in your spare time?”. He-he-he.
Nggak lama. Gue dihubungin dan kayak wawancara tapi gak kayak wawancara L biasanya gue kalau wawancara ditanya, dan ini gue yang nanya. Ingin berkata kasar. Gue diwawancara tanggal 23 Agustus dan dikasih pengumuman tanggal 28 Agustus. Gue masih nyimpen chatnya loh. Ha-ha-ha.


Tanggal 4 September semua admin dan drivers kumpul di Zie Cafe. Drivernya cuma setengah sih yang dateng, gak semua. Tapi, adminnya semua dateng. Gue kaget ketika mereka pada kenal satu sama lain sedangkan gue...gak kenal siapa-siapa. Disitu gue berusaha berbaur sama mereka. Gue mencoba masuk ke dalam lingkungan baru ini yang gak lama lagi jelas jadi keluarga dengan jalan mencari uang bersama.

Semua berjalan lancar. Gue mulai menjadi admin dan ramah kepada calon penumpang. Gue makin dibilang tukang ojek karena tiap hari kerjaan gue send contact OA omah ini ke grup-grup. Hingga sampai berita tak mengenakkan gue dapat. Ada salah satu driver tempat dimana gue kerja, mendapatkan perlakuan yang tidak nyaman dari opang. Ini buat gue teringat saat kejadian gojek dan opang beberapa bulan lalu yang sangat gencar di Jakarta. Saat itu, gue yang menjadi admin, dan langsung off OA karena itu.

Beberapa hari setelah kejadian itu, OA masih kita ON’in dan ada beberapa yang jalan dan cancel karena banyak drivers yang agak takut dengan teriakan dan kejaran dari opang. Sampai kejadian klimaksnya ketika gue dapet ss dari salah satu driver. Begini isi ss nya...


Aktivitas yang lagi dijalankan omah tempat gue kerja, langsung off. Semua driver menyuruh gue untuk off dulu karena kejadian ini. Dan, beberapa omah lainnya secara kompak off juga. Kabarnya, muka yang digebukin hancur parah dan hidungnya patah. Yang gue rasain? Takut, takut kalau itu terjadi sama driver gue. Geram, geram karena ini udah main fisik.

Gue turut berduka atas kesakitan yang dirasakan salah satu mahasiswa Fisika Unpad 2015. Semoga kejadian yang dialami lo menjadi yang pertama dan terakhir buat perkumpulan omah di Jatinangor. Gue hanya gak mau peristiwa seperti ini terulang dan malah menghantui para calon penumpang yang memang membutuhkan omah.

Semenjak gue jadi admin, banyak temen-temen gue yang bertanya mengenai apa yang terjadi antara omah dan opang. Disitu, gue menjelaskan faktanya seperti apa. Beberapa pertanyaan lain seperti “Kok pada off semua ya, Sti. Kenapa?”, “Drivernya di tempat kamu ganteng-ganteng gak, Sti?”, “Sti, gue mau pesen omah dong. Tapi gue mau pesen lewat lu aja. Bisa kan?”, “Sti, aku pesen omah. Tapi belum ada respon. Di grup driver ada yang respon ga?”, dan lainnya. Dan, salah satu temen gue mewanti-wanti gue. Dia takut gue juga kena karena gue adminnya. Gue gak pernah takut kalau emang yang gue lakukan gak salah. Simpelnya begitu.

Jatinangor makin horor ketika rawan kejahatan merajalela dan omah pun terancam. Yang tadinya gue butuh omah di saat-saat yang gak memungkinkan gue naik angkot, di waktu itu juga omah gak ada karena semua off. Satu waktu, gue pernah denger kata-kata kakek yang seangkot sama gue. Angkot yang ditumpangi gue dipepet sama angkot lain yang menerobos ke bagian depan angkot dan mengambil penumpang angkot yang gue naiki. Kakek itu bilang...

Cara begitu salah. Rezeki udah Allah yang atur. Kok takut sekali gak kebagian rezekinya.” Intinya gitu sih, kakeknya pake bahasa Sunda ngomongnya. Dan, emang bener. Ketika angkot yang mengambil penumpang angkot yang gue naiki melaju, angkot ini malah lebih banyak mendapatkan penumpang. Dan, kakek itu berkata lagi...”Tuh kan. Sabar kuncinya. Rezeki mah udah dikasih bagian-bagiannya.”. Disitu gue mengangkat ujung bibir gue ke atas. Plis jangan dibayangin. Gue membenarkan omongan kakek itu dan tersenyum geli.

Intinya, gunakan cara yang halal dan baik untuk menjemput rezekimu. Karena, proseslah yang akan menentukan apa yang akan kamu dapatkan nantinya.

Yeaaah. Isi postingan gue emang kebanyakan diambil dari cerita pribadi gue dan semoga aja temen-temen yang baca setidaknya bisa sadar akan sesuatu yang baru dan mengambil sisi baiknya seperti apa. He-he. Okelah. Asti, Tio, Astio, Stio pamit dulu. Sampai jumpa di postingan berikutnyaaaaaa. 

Oh iya, menurut kalian gimana? Tinggalkan tanggapannya di kolom komentar yaaaa ^^

Kamis, 07 April 2016

Yang Penting Gue Wangi!




Udah mau bulukan ya blog ini. Sedih sebenernya lama gak posting sesuatu. Target gue sebulan minimal posting sekali juga gak jalan. Gue gak ngerti aja begitu masuk kuliah, cerita perkuliahan gue begitu datar. Atau karena gue males buat postingan padahal ada satu momen yang mungkin bisa gue ceritain ke lo dan lo bisa ambil hikmah dan hidayahnya? Aamiin. Yaudahlah, gue sekarang mau cerita soal WANGI!


Judulnya udah iklan banget kan ya. Itu loh iklan parfum g****y. Yang kata-kata terakhirnya, yang penting gue wangi. Yang kalau ga salah Adipati Dolken jadi modelnya. Eh nggak tau ding, gue lupa. Wangi merupakan salah satu daya tarik wanita/pria untuk mendekati incarannya. Jujur aja, gue suka cowo wangi. Coba aja lo tanya Ekky, kalau Ekky lagi wangi gue bener-bener yang kayak kucing pelacak hidungnya. Kalau lo di Jatinangor, tanya Ramdan deh. Ramdan siapa? Baca aja dulu lah.

Kenapa gue suka cowo wangi? Karena gue nggak suka cium bau aneh. Misalnya lo ketemu nggak sengaja sama cowo. Pokoknya cowo itu cakep deh. Ya cakep ukuran standar kalian semua deh. Terus pas dia lewat depan lo...lo cium bau makanan basi. Nggak taunya bau itu sumbernya dari cowo ganteng yang lewat di depan lo. Kalau gue sih langsung gagal demen karena soal bau. Kalau lo cowo, ya balikin aja dah. Ada cewe cakep, ya itu standar cakepnya kalian aja gue ikutin. Terus pas dia lewat ternyata rambutnya bau apek. Lo pasti langsung cengar-cengir dan gagal demen. Rambut wangi itu penting loh, soalnya ada temen gue yang suka sama cewe rambutnya wangi. UHUK.
 
Terus waktu lo boncengan. Ada 3 tipe. Yang pertama itu si cowo wangi. Yang kedua itu si cowo bau badannya dia. Yang ketiga itu bau asem. Cowo wangi ini yang bikin gue betah. Walaupun kadang gue suka males dengan wangi parfum yang pasaran. Tapi tetep aja enak dicium. Maksudnya wanginya, bukan dianya yang gue cium.

Terus ada wangi badannya dia. Nah ini nih. Gue nggak ngerti aja ada cowo yang wanginya itu bukan wangi parfum, tapi wangi badannya dia. Gue pernah dibonceng sama anak geologi. Astagah bangga pisaaan. Hahaha. Dan dia itu wangi badannya bukan karena parfum. Agak bahaya sih kalau sama cowo yang kayak gini. Ngangenin aseli! Bakal kangen banget sama bau badannya yang khas. Yang nggak sama kayak yang lain. Fyi, gue gak tau sih dia parfuman apa gak. Soalnya selesai dia mandi gue gak sama dia (?)

Dan yang terakhir bau asem. Duh, gue nggak tahan sumpah sama yang modelan kayak gini. Gue juga pernah dibonceng kaka tingkat yang...hm... ya u know lah bau asem kayak apa. Dan disitu dia ngajak gue ngomong mulu. Padahal gue berusaha tahan napas biar nggak nyium baunya dia. Ya Allah maafkan aku ngomongin kaka itu di blog laknat ini. Gak sebut merek ya ini :)

Kata Devitha, temen kosan gue, temen di ALD (anak Kediri yang kuliah di Bandung), hidung itu alat indera yang paling berbahaya. Ya kayak tadi itu. Karena wangi aja bisa bikin demen. Ya kalau gue pribadi sih tata kewangian cowo itu penting. Kalau dia nggak ada tata kewangiannya sama sekali, nyebur ke laut aja deh lo.

Fyi, waktu itu hidung gue menemukan satu aroma yang aseli ini enak banget! Gue coba cari sumber aroma itu, dan bener aja sumber itu berasal dari dia! Gue lagi suka banget sama wangi parfum temen sekelas gue, namanya Ramdan. Jarak lima meter aja itu parfum bisa kecium sama hidung gue. Entah hidung gue yang terlalu peka atau emang wangi parfumnya yang kampret. Dan, gue betah deket-deket sama dia! Gue coba tanya ke dia, niatnya ya buat jadi rekomendasi di postingan ini. Tapi sayang, doi gak mau ngasih tau. Daaan, katanya mah parfum itu harus mesen. Beli online shop, maybe? Tinggal tunggu waktu aja suatu saat nanti Ramdan bakal bilang, “Ih apaan sih kamu, Sti. Jauh-jauh ah.” :(

Buat kamu yang cuek. Plislah jangan cuek-cuek banget. Wangi itu penting. Kalau lo jarang mandi waktu mau ngampus dan gak pake minyak wangi. Jangan pernah deket-deket gue. Jangan deketin gue kalau emang nggak pengen gue ceburin ke comberan! Minyak wangi itu penolong lo banget kalau pas ke kampus nggak keburu mandi. Itu tips buat lo yang suka ngampus tanpa mandi loh. Xixixi.



Note : tulis rekomendasi parfum untuk perempuan dan laki-laki yang TOP itu apa di kolom komentar yaaa. Semoga bisa menjadi bahan rekomendasi mereka yang mendapat hidayah ingin memakai minyak wangi. Aamiin.